Jumat, 21 Februari 2014

Tugas Soft Skill



Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok social. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila manusia dalam hal ini orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia bekerja sama, saling berbicara dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama mengadakan persaingan, pertikaian, dan lain-lain. Maka di katakana bahwa interaksi social adalah proses-proses social, yang menunjukan pada hubungan-hubungan social yang dinamis.
Bentuk umum proses-proses social adalah interaksi social yang dapat juga dinamakan proses social, karena interaksi social merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas social. Interaksi social merupakan hubungan-hubungan social yang dinamis yang menyangkut hubungan orang perorangan dengan sekelompok manusia. Apabila dua orang bertemu interaksi social dimulai, pada saat itu mereka saling menegur, berjabat tangan, atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi social.
Berikut akan dibahas bagaimana interaksi social dan pelapisan social itu.
1.      Interaksi social
Interaksia dalah proses di mana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.

a.      Intersaksi social sebagai factor utama dalam kehidupan
Bentuk umum poses-proses social adalah interaksi social (yang dapat juga dinamakan proses social), oleh karena interaksi social merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas social. Bentuk lain dari proses-proses social hanya merupakan bentuk-bentuk khusus dari interaksi social. Apabila dua orang bertemu, interaksi social dimulai pada saat itu merka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk interaksi social.

Adapun factor-faktor yang mendasari berlangsungnya interaksi social, yaitu:
1)      Factor imitasi
Factor imitasi mmpunyai peranan sangat penting dalam proses interaksi social. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat membawa seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. Factor ini telah diuraikan oleh Gabriel Tarde yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan social itu sebenarnya berdassarkan pada factor imitasi saja.




2)      Factor sugesti
Yang dimaksud sugesti ini ialah pengaruh psikis, baik yang dating dari dirinya sendiri maupun dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya kritik. Karena dala psikologi sugesti dibedakan adanya.

3)      Factor identifikasi
Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identic (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah. Di sini dapat mengetahui, bahwa hubungan social yang berlangsung atas proses-proses sugesti maupun imitasi.

4)      Factor simpati
Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logisrasional, melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi. Bahkan orang dapat tiba-tiba merasa tertarik pada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara tingkah laku menarik baginya.

b.      Syarat-syarat terjadinya interaksi social
Untuk terjadinya suatu interaksi social diperlukan adanya syarat-syarat yang harus ada, yaitu:

1)      Adanya kontak social (Social Contact)
Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersama-sama dan “tanga” yang artinya menyentuh. Jadi secara harfiah kontak berarti “bersama-sama menyentuh”. Sebagai gejala social kontak tidak perlu terjadi dengan saling menyentuh saja, oleh karena itu orang dapat mengadakan hubungan dengan orang lain tanpa harus terjadi kontak secara fisik. Misalnya, orang berbicara melalui telepon, berkirim kabar melalui surat, dan sebagainya.

2)      Adanya komunikasi
Seseorang memberitafsiran pada tingkah laku atau perasaan-perasaan orang lain dalam bentuk pembicaraan, gerak-gerik badan, atau sikap-sikap tertentu. Misalnya, seoang anggota pramuka diatas sebuah bukit pada malam hari mengirimkan isyarat morse dengan lampu senter membuat huruf SOS secara berulang-ulang.




c.       Bentuk bentuk interaksi social
Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah:

1)      Bentuk interaksi asosiatif
Kerjasama
Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompoklainya.

Akomodasi
Istilah akomodasi digunakan dalam dua arti yaitu untuk menunjuk pada suatyu keadaan, berarti suatu kenyataan adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang perorangan dan kelompok ,manusia, sehubungan dengan norma-norma social dan nilai-nilai social yang berlaku di dalam masyarakat.

2)      Bentuk interaksi disosiatif
Persaingan
Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntumgan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan.

Kontravensi
Kontrversi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontraversi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan yang tidak suka disembunyikan dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejala-gejala tersebut tidak sampai terjadi pertentangan atau pertikaian.

Pertentangan
Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok social yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman kekerasan.

REFERENSI
Apter, David. 1987. Politik Modernisasi. Jakarta: PT Gramedia.
Bartens, K. 2000. Etika, (cet. Kelima) Gramedia Pusaka Utama, Jakarta.
Bloch, Eric, 1986. Scientific and Technology Literacy,the Need and  the Challenge, Baltimore, MD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar