Sabtu, 14 November 2015

Journal Teknik Mesin


1.PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER
Aspek kualitas dan produktivitas merupakan alasan dasar pengembangan perangkat lunak mesin-mesin produksi berbasis komputer, salah satunya perangkat lunak CNC trainer yang digunakan sebagai sistem operasi mesin CNC. Adapun sistem pengendali mesin CNC milling trainer menggunakan sistem pengendali terbuka dimana pada sistem pengendali terbuka keluaran tidak dibandingkan dengan masukan untuk mengurangi nilai kesalahan dalam sistem operasi. Sehingga untuk setiap masukan terdapat suatu kondisi operasi tetap. Proses kalibrasi gerakan pada masing-masing fungsi kode pemrograman (G Code) G01, G02 dan G03 diperlukan untuk meningkatkan ketelitian dan ketepatan mesin CNC trainer terhadap dimensi dari hasil pemotongan benda kerja. Berdasarkan hasil kalibrasi pada masing-masing pengujian yang dilakukan dengan mengikuti standar pengujian karakteristik mesin perkakas menunjukkan adanya penyimpangan sebesar 0,01 mm lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai acuannya

2.PERANCANGAN MESIN WEIGH CHECKER OTOMATIS DENGAN SISTEM PNEUMATIK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

Pneumatik dan otomasi pneumatik sudah banyak diterapkan dalam dunia industri dan juga dalam kehidupan sehari-hari untuk pekerjaan mekanik sederhana bahkan sistem yang sangat kompleks sekalipun. Pada tugas akhir ini akan dirancang bagaimana komponen pneumatik sebagai elemen akhir kontrol mesin weigh checker untuk menimbang berat infus (500ml) jenis soft bag di PT. Otsuka Indonesia-Lawang. Mesin weigh checker merupakan alat penimbang dengan menggunakan prinsip teori dari strain gauge dan  wheatstone bridge. Untuk pengontrol digunakan sebuah Programmable Logic Controller atau PLC. Metode kontrol pada tugas akhir ini adalah kontrol ON-OFF. Dari hasil analisa dan perhitungan menunjukan bahwa sistem yang dibuat dapat bekerja dengan baik dan memenuhi syarat batas yang diizinkan. Kebocoran pada silinder tidak terlalu berpengaruh pada aksi silinder tetapi hanya akan menimbulkan rugi-rugi pada suplai udara pneumatik.

3. ANALISA SIMULASI HIGH PRESSURE DIE CASTING (HPDC) ALUMINIUM ALLOY DENGAN DUA VARIAN COOLING MENGGUNAKAN SOFTWARE MAGMA

Die casting merupakan proses pembentukan komponen maupun benda kerja dengan peleburan material logam kemudian logam cair tersebut dicetak masuk ke dalam cetakan dengan menggunakan tekanan. High Pressure Die Casting (HPDC) adalah salah satu jenis die casting yang banyak digunakan dalam industri manufaktur otomotif yang memiliki aplikasi hampir 50 %. HPDC merupakan proses yang mahal baik dari segi mesin die casting maupun mold/die.  Die/mold yang bagus memiliki gating sistem, sistem venting dan sistem transfer panas yang baik. Untuk memperoleh desain die yang yang baik dalam ketiga hal tersebut dapat dianalisa dengan bantuan digital prototyping salah satu perangkat lunak CAE yang disebut simulasi casting (casting simulation). Pembuatan benda coran  yang merupakan cover sepeda motor disimulasikan dengan dua varian cooling dengan perangkat lunak MAGMA dan proses casting yang digunakan HPDC Cold Chamber. Tujuannya adalah untuk mengetahui penggunaan cooling yang bagus diantara keduanya dengan hasil yang akan dibandingkan antara lain shrinkage, temperatur filling, udara terjebak dan porositas.

4. PERANCANGAN PROSES DIE FORGING PADA PEMBUATAN KATUP MESIN SEPEDA MOTOR

Proses penempaan logam banyak dipakai pada industri pengolahan logam skala kecil, walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk industri besar juga menggunakan teknik tempa dengan alat tempa mekanik. Teknik tempa pada industri kecil biasanya digunakan pada industri kerajinan logam yang membuat suatu bentuk produk baru dari bahan dasar logam. Salah satu produk tempa dalah katup. Katup berfungsi sebagai pengatur udara masuk dan gas pembakaran keluar dari ruang bakar. Katup dimana campuran udara bersih masuk disebut katup hisap (intake valve) dan tempat dimana gas keluar disebut katup buang (exhaust valve).

Pada perancangan memiliki tujuan yaitu merancang die forging untuk pembuatan katup pada mesin sepeda motordan merancang proses manufaktur pembuatan mesin die forging untuk pembuatan katup pada mesin sepeda motor. Open die forging telah menggunakan palu mesin sebagai alat pembentuk. Perancangan menggunakan palu mesin ini, dapat dibuat benda kerja dengan ukuran yang lebih besar. Selain itu, tingkat kepresisian dan bentuk dapat diperoleh dengan lebih baik.

Dari perencanaan dapat di ambil beberapa kesimpulan yaitu Proses desain model die forging dengan proses mendesain benda yang sebelumnya sudah ada untuk melakukan modifikasi atau perubahan kearah yang diharapkan, ada dua metode yang dapat diterapkan, yaitu: Metode CMM (Coordinat Measuring Machine) dan Metode Optical Contour Projector. Komponen  hasil  perancangan adalah holder guide bus, top plate, die clamp plate, die, guide pin, punch clamp plate, bottom plate, punch. Dalam perencanaan ini yang digunakan el adalah katup yang terbuat dari material alloy tool steel X14H14B sedang ditempa dengan menggunakan sistem cetakan berongga pada suhu 10000 C. Cetakan ( dies ) terbuat dari bahan hot work toolsteel yaitu AISI seri H11. Gaya penempaan yang dilakukan untuk menepa katup adalah 170,3 kg

Jumat, 02 Oktober 2015

Metodologi Penelitian



PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.  Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia  yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian. Adapun tujuan Penelitian adalah penemuan, pembuktian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui. Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada. Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah. Memahami masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui. Memecahkan masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah. Mengantisipasi masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar masalah tersebut tidak terjadi. Diagram alir proses penelitian Jenis Data dalam Penelitian Langkah Dalam Metode Ilmiah Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian. Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian. 2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan. 3. Membangun sebuah bibliografi. 4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah. 5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan. 6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung. 7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah. 8. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak. 9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak. 10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan. 11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa. 12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi. 13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan. 14. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki). 15. Menulis laporan penelitian. ;Secara umum penelitian dibagi menjadi 2, yaitu : Penelitian Dasar /murni (Basic Research) Penelitian Terapan (Applied Research) Penelitian Dasar (Murni) Adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktifitas . Penelitian Dasar dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian ini adalah pengetahuan umum dan pengertian tentang alam serta hukum-hukumnya. Penelitian Terapan Adalah Penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera untuk keperluan tertentu. Secara konotatif, konsep “metodologi penelitian kualitatif” dapat diberi makna : “aktivitas  yang  menggunakan  cara-cara kerja yang bersifat ilmiah  (obyektif, empirik, rasional, dan sistematis) di dalam pencematan dan penelusuran guna mencari dan menemukan data  yang benar dan  akurat  (informasi, keterangan dan sejenisnya)  gunamenjawab pertanyaan tortentu atau memecahkan  masalah tertentu di dalam  bidang kehidupan atau keilmuan dengan berpegangpada prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah kualitas”. Definisi “penelitian” Gabriel Amir Silalahi dalam buku : “Metodologi Penelitian dan Studi Kasus” menyatakan sebagai berikut : Penelitian adalah usaha mencari, mengumpulkan, dan menganalisis fakta-fakta mengenai suatu masalah atau fenomena yang telah terjadi baik sekarang maupun di masa lalu Penelitian adalah penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan pengetahuan. Riset merupakan proses yang berbasis masalah dengan obyek suatu fenomena empiris. Proses riset dilakukan dengan sistematis,terorganisasi, terkendali dan kritis. Tujuan riset adalah menyediakan informasi untuk menjawab suatu masalah yang spesifik. Riset itu bersifat ilmiah, artinya dimulai degan prosedur yang sistematis dengan pembuktian yang meyakinkan berupa fakta yang diperoleh secara obyektif. Riset merupakan proses yang berjalan terus menerus, sebab hasil suatu penelitian selalu dapat disempurnakan lagi. Riset adalah proses pendekatan dengan pembuktian ilmiah untuk mendapatkan in- formasi baru. Riset adalah suatu penyelidikan yang terorgnisasi. Riset adalah suatu inquiry, penelaahan atau penyelidikan mengenai sesuatu atau suatu atas dasar ilmu. Riset adalah kegiatan yang sistematis yang menggunakan metodologi untuk menemukan sebab dan akibat suatu masalah berdasarkan perpaduan kebenaran subyektif dan obyektif untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisien. Research is a systematic inquiry  aimed at providing information to solve problem. Research means searching for a theory, testing a theory, or solving problem. Research adalah operasioalisasi metode ilmiah untuk mencari kebenaran logis, sistematis, empiris, dan kritis, Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui. Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada. Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah. Memahami masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui. Memecahkan masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah. Mengantisipasi masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar masalah tersebut tidak terjadi. Tentang iklan-iklan ini Pengertian Metodologi Penelitian Menurut para Ahli Pengertian metodologi penelitian menurut David. H. Peny yaitu Metodologi Penelitian adalah Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Pengertian metodologi penelitian menurut J. Suprapto MA yaitu Metodologi Penelitian adalah Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prisnsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis. Pengertian metodologi penelitian menurut Sutrisno Hadi MA yaitu Metodologi Penelitian adalah Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa pengertian metodologi Penelitian adalah Suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan / mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian (yaitu meliputi kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai menyusun laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejalah secara ilmiah. Atau bisa dikatakan Metodologi Penelitian adalah Ilmu yg mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisis dan menyimpulkan data-data, sehingga dapat digunakan untuk menemukan, mengembangkan dab menguji kebenaran suatu pengetahuan berdasarkan bimbingan Tuhan. Berikut ada banyak artikel yang terkait dengan metodologi dan metode penelitian.tetap belajar Perbedaan antara Metodologi Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya. Tentang istilah penelitian banyak para sarjana yang mengemukakan pendapatnya, seperti: 1. David H. Penny Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahanya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. 2. J. Suprapto MA Penelitian ialah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis. 3. Sutrisno Hadi MA Penelitian dapat didefinisikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. 4. Mohammad Ali Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu dengan melalui penyelidikan atau melalui bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahanya. Dari batasan-batasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian (meliputi kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis, sampai menyusun laporanya) berdasarkan fakta-fakta secara ilmiah.[5] Metodologi penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru.[6] Metode penelitian merupakan tuntunan tentang bagaimana secara berurut penelitian dilakukan, menggunakan alat dan bahan apa dan bagaimana prosedurnya.[7] Metode penelitian mengemukakan secara teknis tentang cara atau langkah dalam penelitiannya.[8] C. Hubungan antara Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Penelitian mempunyai hubungan yang sangat erat dengan ilmu. Keduanya seperti kakak adik, tidak dapat dipisahkan. Ilmu lahir karena penelitian dan sebaliknya, ilmu pengetahuan melahirkan penelitian.[9] Pengetahuan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diketahui atau segala sesuatu yang berkenaan dengan hal. Sedangkan ilmu pengetahuan adalah suatu usaha manusia secara terus-menerus dan mendalam dengan menggunakan metode berfikir tertentu.[10] Ilmu juga didefinisikan sebagai sekelompok pengetahuan yang terorganisasi dan sistematis, yang mempelajari gejala-gejala alam dan gejala sosial melalui observasi dan eksperimen. Ilmu bersifat sistematis dan mencoba untuk memahami masalah observasi dan eksperimen yang logis dan runtun. ilmu telah bersungguh-sungguh dan secara jujur berusaha mencari kebenaran berdasarkan bukti empiris dan data objektif. Oleh karena itu, ilmu bersifat objektif dan terbuka sebab selalu dikontrol, diuji, disanggah, dan diperbaiki dan disempurnakan. Dengan demikian, ilmu berkembang secara terus menerus. D. Pengertian Kebenaran Dalam bahasan ini, makna “kebenaran” dibatasi pada kekhususan makna “kebenaran keilmuan (ilmiah)”. Kebenaran ini mutlak dan tidak sama atau pun langgeng, melainkan bersifat nisbi (relatif), sementara (tentatif) dan hanya merupakan pendekatan. Kebenaran intelektual yang ada pada ilmu bukanlah suatu efek dari keterlibatan ilmu dengan bidang-bidang kehidupan. Kebenaran merupakan ciri asli dari ilmu itu sendiri. Dengan demikian maka pengabdian ilmu secara netral, tak bermuara, dapat melunturkan pengertian kebenaran sehingga ilmu terpaksa menjadi steril. Uraian keilmuan tentang masyarakat sudah semestinya harus diperkuat oleh kesadaran terhadap berakarnya kebenaran. Selaras dengan Poedjawiyatna yang mengatakan bahwa persesuaian antara pengatahuan dan obyeknya itulah yang disebut kebenaran. Artinya pengetahuan itu harus dengan aspek obyek yang diketahui. Jadi pengetahuan benar adalah pengetahuan obyektif.[11] Kebenaran Ilmiah, yaitu kebenaran yang terbangun/diperoleh berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah. Kebenaran ilmiah

  1. Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui.
  2. Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
  3. Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah.
  1. Memahami masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui.
  2. Memecahkan masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah.
  3. Mengantisipasi masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar masalah tersebut tidak terjadi.
Diagram alir proses penelitian 
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtmNwTWK83cPdEQNMvF04n1BjSueHHKLLn_RiJCd2kCTByMuYw67FempI6YLtOU4KY5DCxjXrLCWq_tjHuQQXOTuBCnkTfTWzBr2AFogikuo-9m2LhpMPMq0jTzbCK2EKbhGjM-xu4TcZO/s320/PROSEDUR.jpg


Jenis Data dalam Penelitian
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilyCxAFPnOnJrOhu5ZJlkJUfkZdUdo5XvU0rtVOclB0qAwDjt390K4Spz5yym5zxB0eny3b-EnxP_BKczCqCgqmRkfKGkDTAkc-Vt3aDHDQAZvV74nSFhjyMXgeAWsFD9c4Xopo78Ny39U/s320/DATA.jpg
Langkah Dalam Metode Ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
3. Membangun sebuah bibliografi.
4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.
9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa.
12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
14. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
15. Menulis laporan penelitian.



Ciri-ciri Kegiatan Penelitian:
  1. Dirancang dan diarahkan untuk memecahkan suatu masalah tertentu, yang dapat berupa jawaban masalah atau dapat menentukan hubungan antara variabel-variabel tertentu.
  2. Menekankan pada pengembangan generalisasi, prinsip-prinsip dan teori-teori.
  3. Berpangkal pada masalah/obyek  yang dapat diobservasi.
  4. Memerlukan observasi dan deskripsi  yang mapan.
  5. Berkepentingan dengan penemuan baru.
  6. Prosedur kegiatan penelitian dirancang secara teliti dan rasional, sehingga menuntut keahlian.
  7. Ditandai dengan usaha obyektif dan  logis.
8.       Harus dilakukan secara cermat, teliti, dan sabar serta memerlukan kebenaran.

C.    Syarat-syarat Penelitian:
  1. Sistematis : Dilaksanakan menurut pola                tertentu, dari   yang paling  sederhana sampai yang   kompleks, hingga tercapai  tujuan secara  efektif dan  efisien.
  2. Berencana : Dilaksanakan dengan adanya unsur   kesengajaan dan sebelumnya sudah   dipikirkan  langkah-langkah pelaksanaannya.
  3. Mengikuti konsep ilmiah : mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian  mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan ,  yaitu prinsip  memperoleh ilmu.           

D.   Manfaat Metodologi Penelitian:
  1. Dapat menyusun laporan/tulisan/karya ilmiah baik dalam bentuk paper, skripsi, thesis maupun disertasi.
  2. Mengetahui arti pentingnya riset, sehingga keputusan-keputusan yang dibuat dapat dipikirkan dan diatur dengan sebaik-baiknya.
  3. Dapat menilai hasil-hasil penelitian yang sudah ada, yaitu untuk mengukur sampai seberapa jauh suatu hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.




E.    Jenis-jenis  Penelitian:
1.  Menurut Bidangnya:              a. Penelitian Pendidikan.
                                                                b. Penelitian Pertanian.
                                                                c. Penelitian Hukum.
                                                                d. Penelitian Ekonomi   
                                                                e. Penelitian Agama.                                     
2. Menurut Tempatnya:
                                                                a. Penelitian Laboratorium
                                                                b. Penelitian Perpustakaan
                                                                c. Penelitian Kancah
. Menurut Pemakaiannya:
                                                                a. Penelitian Murni (Dasar)
                                                                b. Penelitian Terapan (Terpakai)
4. Menurut Tujuan Umumnya:
                                                                a. Penelitian Eksploratif
                                                                b. Penelitian Developmental
                                                                c. Penelitian Verifikatif
5. Menurut Sifat-sifat masalahnya:
                                                                a. Penelitian Historis
                                                                b. Penelitian Deskriptif
                                                                c. Penelitian Perkembangan
                                                                d. Penelitian kasus dan Penelitian Lapngan
                                                                e. Penelitian Korelasional
                                                                f. Penelitian Kausal Komparatif
                                                                g. Penelitian Eksperimental sungguhan
                                                                h. Penelitian Eksperimental semu
                                                                i. Penelitian Tindakan
Penelitian Historis
  1. Tujuan  : Untuk merekonstruksi  masa lampau  secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan , mengevaluasi,  dan memverifikasikan serta mensistematiskan  bukti-bukti  untuk menegakan fakta  dan memperoleh kesimpulan  yang kuat, dihubungkan dengan fakta yang ada pada masa sekarang  dan proyeksi masa depan.
                contoh:  “Studi mengenai praktek dukun bayi di daerah pedesaan di Aceh”, dengan tujuan memahami dasarnya di masa lampau  serta relevansinya untuk waktu kini.
        2.    Ciri-cirinya:
                a. Lebih bergantung kepada data  yang diobservasi oleh peneliti sendiri.
                b. Harus tertib, ketat, sistematis dan teratur
                c. Tergantung pada dua data: yaitu data primer, yang langsung diperoleh dari  
                  sumbernya yang asli, dan data sekunder, yang diperoleh dari orang lain.
                d. Menghendaki kritik untuk memperoleh kualitas data. Ada dua macam kritik:
Ø  Kritik  Eksternal,  apakah datanya autentik /asli atau tiruan. Jika autentik apakah relevan  serta akurat.
Ø  Kritik internal, yaitu kritik yang menguji  motif, obyektifitas, dan kecermatan peneliti terhadap data yang diperoleh.                      
3. Langkah-langkah
   a. Mendefinisikan masalah:
       -  Apakah pendekatan historis merupakan yang terbaik bagi masalah yang  digarap
       -  Apakah data penting yang diperlukan mungkin didapat.
      -   Apakah hasilnya dapat digunakan. 
   b. Merumuskan tujuan penelitian
    c. Mengumpulkan data.
                  d. Melaksanakan kritik, baik eksternal maupun internal.
    e. Menyusun laporan.



Penelitian Deskriptif
  1. Pengertian
                Penelitian  yang berusaha untuk  menuturkan  pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data.
       2.     Tujuan: Untuk pemecahan masalah secara sistematis dan faktual mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi.
                Contoh: “Survei mengenai sikap masyarakat petani terhadap program KB”.
  1. Ciri-ciri:
a.        Pada umumnya bersifat menyajikan potret keadaan yang bisa mengajukan hipotesis atau   tidak.
b. Merancang cara pendekatannya, meliputi macam datanya, penentuan sampelnya,                  penentuan metode pengumpulan datanya, melatih para tenaga lapangan dan sebagainya.
                c.   Mengumpulkan data
                d.   Menyusun laporan.
Penelitian Korelasional
  1. Tujuan: Untuk mempelajari  hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variasi dalam satu variabel  berhubungan dengan variasi dalam variabel lain. Derajat hubungan variabel-variabel dinyatakan dalam satu indeks yang dinamakan  koefisien korelasi.
                Contoh: “Studi tentang hubungan antara minat dengan prestasi belajar siswa”
  1. Ciri-cirinya:
a. Penelitian ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling berhubungan secara serentak dalam keadaan realistik.
b. Penelitian ini menunjukan taraf tinggi rendahnya hubungan  bukan ada atau tidaknya saling hubungan  tersebut.
c. Sering menggunakan data yang tanpa pilih-pilih
  1. Langkah-langkah:
                a. Mendefinisikan masalah
                b. Melakukan telaah pustaka.
                c. Merancang cara pendekatannya.
                d. Mengumpulkan data
                e. Menganalisis data dan menginterpretasikannya.
                f.  Menuliskan laporan