PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian
adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku
suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu
cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis
untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang
sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan
jawaban. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai
aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang
mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan
profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya
adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia
yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan
mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya
menjadi motivasi untuk melakukan penelitian. Adapun tujuan Penelitian adalah
penemuan, pembuktian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Penemuan. Data yang
diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah
diketahui. Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk
membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperdalam
dan memperluas pengetahuan yang telah ada. Kegunaan penelitian dapat
dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan mengantisipasi
masalah. Memahami masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk
memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya
diketahui. Memecahkan masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan
untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah. Mengantisipasi masalah. Data
yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar masalah tersebut
tidak terjadi. Diagram alir proses penelitian Jenis Data dalam Penelitian
Langkah Dalam Metode Ilmiah Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode
ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau
langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan
penelitian. Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian
dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1.
Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian. 2. Mengadakan survei lapangan
untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan. 3. Membangun sebuah
bibliografi. 4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah. 5. Membeda-bedakan
dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan. 6. Mengklasifikasikan
unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik
langsung ataupun tidak langsung. 7. Menentukan data atau bukti mana yang
dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah. 8. Menentukan apakah
data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak. 9. Menguji untuk diketahui
apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak. 10. Mengumpulkan data dan
keterangan yang diperlukan. 11. Mengatur data secara sistematis untuk
dianalisa. 12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat
interpretasi. 13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan. 14.
Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki). 15. Menulis laporan
penelitian. ;Secara umum penelitian dibagi menjadi 2, yaitu : Penelitian Dasar
/murni (Basic Research) Penelitian Terapan (Applied Research) Penelitian Dasar
(Murni) Adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan
keingintahuan terhadap hasil suatu aktifitas . Penelitian Dasar dikerjakan
tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian ini
adalah pengetahuan umum dan pengertian tentang alam serta hukum-hukumnya.
Penelitian Terapan Adalah Penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan
terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan
segera untuk keperluan tertentu. Secara konotatif, konsep “metodologi
penelitian kualitatif” dapat diberi makna : “aktivitas yang
menggunakan cara-cara kerja yang bersifat ilmiah (obyektif,
empirik, rasional, dan sistematis) di dalam pencematan dan penelusuran guna mencari
dan menemukan data yang benar dan akurat (informasi,
keterangan dan sejenisnya) gunamenjawab pertanyaan tortentu atau
memecahkan masalah tertentu di dalam bidang kehidupan atau keilmuan
dengan berpegangpada prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah kualitas”. Definisi
“penelitian” Gabriel Amir Silalahi dalam buku : “Metodologi Penelitian dan
Studi Kasus” menyatakan sebagai berikut : Penelitian adalah usaha mencari,
mengumpulkan, dan menganalisis fakta-fakta mengenai suatu masalah atau fenomena
yang telah terjadi baik sekarang maupun di masa lalu Penelitian adalah
penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan pengetahuan. Riset merupakan
proses yang berbasis masalah dengan obyek suatu fenomena empiris. Proses riset
dilakukan dengan sistematis,terorganisasi, terkendali dan kritis. Tujuan riset
adalah menyediakan informasi untuk menjawab suatu masalah yang spesifik. Riset
itu bersifat ilmiah, artinya dimulai degan prosedur yang sistematis dengan
pembuktian yang meyakinkan berupa fakta yang diperoleh secara obyektif. Riset
merupakan proses yang berjalan terus menerus, sebab hasil suatu penelitian
selalu dapat disempurnakan lagi. Riset adalah proses pendekatan dengan
pembuktian ilmiah untuk mendapatkan in- formasi baru. Riset adalah suatu
penyelidikan yang terorgnisasi. Riset adalah suatu inquiry, penelaahan atau
penyelidikan mengenai sesuatu atau suatu atas dasar ilmu. Riset adalah kegiatan
yang sistematis yang menggunakan metodologi untuk menemukan sebab dan akibat
suatu masalah berdasarkan perpaduan kebenaran subyektif dan obyektif untuk
pengambilan keputusan yang efektif dan efisien. Research is a systematic
inquiry aimed at providing information to solve problem. Research means
searching for a theory, testing a theory, or solving problem. Research adalah
operasioalisasi metode ilmiah untuk mencari kebenaran logis, sistematis,
empiris, dan kritis, Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian merupakan
data-data yang baru yang belum pernah diketahui. Pembuktian. Data yang
diperoleh dari penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap
informasi atau pengetahuan tertentu. Pengembangan. Data yang diperoleh dari
penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah
ada. Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan
masalah, dan mengantisipasi masalah. Memahami masalah. Data yang diperoleh dari
penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak
diketahui dan selanjutnya diketahui. Memecahkan masalah. Data yang diperoleh
dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah.
Mengantisipasi masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk
mengupayakan agar masalah tersebut tidak terjadi. Tentang iklan-iklan ini
Pengertian Metodologi Penelitian Menurut para Ahli Pengertian metodologi
penelitian menurut David. H. Peny yaitu Metodologi Penelitian adalah Pemikiran
yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan
pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Pengertian metodologi penelitian
menurut J. Suprapto MA yaitu Metodologi Penelitian adalah Penyelidikan dari
suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau
prinsip-prisnsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis. Pengertian
metodologi penelitian menurut Sutrisno Hadi MA yaitu Metodologi Penelitian
adalah Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu
pengetahuan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa
pengertian metodologi Penelitian adalah Suatu cabang ilmu pengetahuan yang
membicarakan / mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian (yaitu
meliputi kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai
menyusun laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejalah secara ilmiah.
Atau bisa dikatakan Metodologi Penelitian adalah Ilmu yg mempelajari cara-cara
melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui
tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta
menganalisis dan menyimpulkan data-data, sehingga dapat digunakan untuk
menemukan, mengembangkan dab menguji kebenaran suatu pengetahuan berdasarkan
bimbingan Tuhan. Berikut ada banyak artikel yang terkait dengan metodologi dan
metode penelitian.tetap belajar Perbedaan antara Metodologi Penelitian dan
Metode Penelitian Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat,
merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya. Tentang istilah
penelitian banyak para sarjana yang mengemukakan pendapatnya, seperti: 1. David
H. Penny Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis
masalah yang pemecahanya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. 2.
J. Suprapto MA Penelitian ialah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan
yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar,
hati-hati serta sistematis. 3. Sutrisno Hadi MA Penelitian dapat didefinisikan
sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu
pengetahuan. 4. Mohammad Ali Penelitian adalah suatu cara untuk memahami
sesuatu dengan melalui penyelidikan atau melalui bukti-bukti yang muncul
sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga
diperoleh pemecahanya. Dari batasan-batasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa
yang dimaksud dengan metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan
yang membicarakan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian (meliputi
kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis, sampai menyusun
laporanya) berdasarkan fakta-fakta secara ilmiah.[5] Metodologi penelitian
adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam
suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta atau prinsip-prinsip baru yang
bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru.[6] Metode penelitian merupakan
tuntunan tentang bagaimana secara berurut penelitian dilakukan, menggunakan
alat dan bahan apa dan bagaimana prosedurnya.[7] Metode penelitian mengemukakan
secara teknis tentang cara atau langkah dalam penelitiannya.[8] C. Hubungan
antara Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Penelitian mempunyai hubungan yang
sangat erat dengan ilmu. Keduanya seperti kakak adik, tidak dapat dipisahkan.
Ilmu lahir karena penelitian dan sebaliknya, ilmu pengetahuan melahirkan
penelitian.[9] Pengetahuan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang
diketahui atau segala sesuatu yang berkenaan dengan hal. Sedangkan ilmu
pengetahuan adalah suatu usaha manusia secara terus-menerus dan mendalam dengan
menggunakan metode berfikir tertentu.[10] Ilmu juga didefinisikan sebagai
sekelompok pengetahuan yang terorganisasi dan sistematis, yang mempelajari
gejala-gejala alam dan gejala sosial melalui observasi dan eksperimen. Ilmu
bersifat sistematis dan mencoba untuk memahami masalah observasi dan eksperimen
yang logis dan runtun. ilmu telah bersungguh-sungguh dan secara jujur berusaha
mencari kebenaran berdasarkan bukti empiris dan data objektif. Oleh karena itu,
ilmu bersifat objektif dan terbuka sebab selalu dikontrol, diuji, disanggah,
dan diperbaiki dan disempurnakan. Dengan demikian, ilmu berkembang secara terus
menerus. D. Pengertian Kebenaran Dalam bahasan ini, makna “kebenaran” dibatasi
pada kekhususan makna “kebenaran keilmuan (ilmiah)”. Kebenaran ini mutlak dan
tidak sama atau pun langgeng, melainkan bersifat nisbi (relatif), sementara
(tentatif) dan hanya merupakan pendekatan. Kebenaran intelektual yang ada pada
ilmu bukanlah suatu efek dari keterlibatan ilmu dengan bidang-bidang kehidupan.
Kebenaran merupakan ciri asli dari ilmu itu sendiri. Dengan demikian maka
pengabdian ilmu secara netral, tak bermuara, dapat melunturkan pengertian
kebenaran sehingga ilmu terpaksa menjadi steril. Uraian keilmuan tentang
masyarakat sudah semestinya harus diperkuat oleh kesadaran terhadap berakarnya
kebenaran. Selaras dengan Poedjawiyatna yang mengatakan bahwa persesuaian
antara pengatahuan dan obyeknya itulah yang disebut kebenaran. Artinya
pengetahuan itu harus dengan aspek obyek yang diketahui. Jadi pengetahuan benar
adalah pengetahuan obyektif.[11] Kebenaran Ilmiah, yaitu kebenaran yang
terbangun/diperoleh berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah.
Kebenaran ilmiah
- Penemuan. Data yang diperoleh dari
penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui.
- Pembuktian. Data yang diperoleh dari
penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi
atau pengetahuan tertentu.
- Pengembangan. Data yang diperoleh dari
penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang
telah ada.
Kegunaan
penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan
mengantisipasi masalah.
- Memahami
masalah.
Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu
masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui.
- Memecahkan
masalah.
Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau
menghilangkan masalah.
- Mengantisipasi
masalah.
Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar
masalah tersebut tidak terjadi.
Diagram
alir proses penelitian
Jenis
Data dalam Penelitian
Langkah Dalam Metode Ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan
menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah
lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam
mereka melaksanakan penelitian.
Schluter (1926) memberikan 15
langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan bidang, topik atau
judul penelitian.
2. Mengadakan survei lapangan untuk
merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
3. Membangun sebuah bibliografi.
4. Memformulasikan dan mendefinisikan
masalah.
5. Membeda-bedakan dan membuat
out-line dari unsur-unsur permasalahan.
6. Mengklasifikasikan unsur-unsur
dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung
ataupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana
yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti
yang dipertukan tersedia atau tidak.
9. Menguji untuk diketahui apakah
masalah dapat dipecahkan atau tidak.
10. Mengumpulkan data dan keterangan
yang diperlukan.
11. Mengatur data secara sistematis
untuk dianalisa.
12. Menganalisa data dan bukti yang
diperoleh untuk membuat interpretasi.
13. Mengatur data untuk persentase
dan penampilan.
14. Menggunakan citasi, referensi
dan footnote (catatan kaki).
15. Menulis laporan penelitian.
Ciri-ciri
Kegiatan Penelitian:
- Dirancang dan diarahkan untuk memecahkan suatu masalah
tertentu, yang dapat berupa jawaban masalah atau dapat menentukan hubungan
antara variabel-variabel tertentu.
- Menekankan pada pengembangan generalisasi,
prinsip-prinsip dan teori-teori.
- Berpangkal pada masalah/obyek yang dapat
diobservasi.
- Memerlukan observasi dan deskripsi yang mapan.
- Berkepentingan dengan penemuan baru.
- Prosedur kegiatan penelitian dirancang secara teliti
dan rasional, sehingga menuntut keahlian.
- Ditandai dengan usaha obyektif dan logis.
8. Harus dilakukan secara cermat, teliti, dan sabar serta
memerlukan kebenaran.
C. Syarat-syarat
Penelitian:
- Sistematis : Dilaksanakan menurut pola
tertentu, dari yang paling sederhana sampai
yang kompleks, hingga tercapai tujuan secara
efektif dan efisien.
- Berencana : Dilaksanakan dengan adanya unsur
kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan
langkah-langkah pelaksanaannya.
- Mengikuti konsep ilmiah : mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian
mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan , yaitu
prinsip memperoleh
ilmu.
D. Manfaat
Metodologi Penelitian:
- Dapat menyusun laporan/tulisan/karya ilmiah baik dalam
bentuk paper, skripsi, thesis maupun disertasi.
- Mengetahui arti pentingnya riset, sehingga
keputusan-keputusan yang dibuat dapat dipikirkan dan diatur dengan
sebaik-baiknya.
- Dapat menilai hasil-hasil penelitian yang sudah ada,
yaitu untuk mengukur sampai seberapa jauh suatu hasil penelitian dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
E. Jenis-jenis
Penelitian:
1. Menurut Bidangnya:
a.
Penelitian Pendidikan.
b. Penelitian Pertanian.
c. Penelitian Hukum.
d. Penelitian Ekonomi
e. Penelitian Agama.
2. Menurut Tempatnya:
a. Penelitian Laboratorium
b. Penelitian Perpustakaan
c. Penelitian Kancah
. Menurut Pemakaiannya:
a. Penelitian Murni (Dasar)
b. Penelitian Terapan (Terpakai)
4. Menurut Tujuan Umumnya:
a. Penelitian Eksploratif
b. Penelitian Developmental
c. Penelitian Verifikatif
5. Menurut Sifat-sifat masalahnya:
a. Penelitian Historis
b. Penelitian Deskriptif
c. Penelitian Perkembangan
d. Penelitian kasus dan Penelitian Lapngan
e. Penelitian Korelasional
f. Penelitian Kausal Komparatif
g. Penelitian Eksperimental sungguhan
h. Penelitian Eksperimental semu
i. Penelitian Tindakan
Penelitian
Historis
- Tujuan :
Untuk merekonstruksi masa lampau secara sistematis dan
obyektif, dengan cara mengumpulkan , mengevaluasi, dan
memverifikasikan serta mensistematiskan bukti-bukti untuk
menegakan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat,
dihubungkan dengan fakta yang ada pada masa sekarang dan proyeksi
masa depan.
contoh: “Studi mengenai praktek dukun bayi di daerah
pedesaan di Aceh”, dengan tujuan memahami dasarnya di masa lampau serta
relevansinya untuk waktu kini.
2. Ciri-cirinya:
a. Lebih bergantung kepada
data yang diobservasi oleh peneliti sendiri.
b. Harus tertib, ketat, sistematis dan teratur
c. Tergantung pada dua data: yaitu data primer, yang langsung diperoleh
dari
sumbernya
yang asli, dan data sekunder, yang diperoleh dari orang lain.
d. Menghendaki kritik untuk memperoleh kualitas data. Ada dua macam kritik:
Ø
Kritik Eksternal, apakah
datanya autentik /asli atau tiruan. Jika autentik apakah relevan serta akurat.
Ø
Kritik internal, yaitu kritik yang
menguji motif, obyektifitas, dan kecermatan peneliti terhadap data yang
diperoleh.
3. Langkah-langkah
a. Mendefinisikan masalah:
- Apakah pendekatan historis merupakan yang terbaik bagi masalah yang
digarap
- Apakah data penting yang diperlukan mungkin didapat.
- Apakah hasilnya dapat digunakan.
b. Merumuskan tujuan penelitian
c. Mengumpulkan data.
d. Melaksanakan kritik, baik eksternal maupun internal.
e. Menyusun laporan.
Penelitian
Deskriptif
- Pengertian
Penelitian yang berusaha
untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan
data-data.
2. Tujuan: Untuk
pemecahan masalah secara sistematis dan faktual mengenai fakta-fakta dan
sifat-sifat populasi.
Contoh: “Survei mengenai sikap masyarakat petani terhadap program KB”.
- Ciri-ciri:
a.
Pada umumnya bersifat
menyajikan potret keadaan yang bisa mengajukan hipotesis atau
tidak.
b. Merancang cara pendekatannya, meliputi macam datanya,
penentuan sampelnya,
penentuan
metode pengumpulan datanya, melatih para tenaga lapangan dan sebagainya.
c. Mengumpulkan data
d. Menyusun laporan.
Penelitian
Korelasional
- Tujuan:
Untuk mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh
mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam
variabel lain. Derajat hubungan variabel-variabel dinyatakan dalam satu
indeks yang dinamakan koefisien korelasi.
Contoh: “Studi tentang hubungan antara minat dengan prestasi belajar
siswa”
- Ciri-cirinya:
a. Penelitian ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel
dan saling berhubungan secara serentak dalam keadaan realistik.
b. Penelitian ini menunjukan taraf tinggi rendahnya
hubungan bukan ada atau tidaknya saling hubungan tersebut.
c. Sering menggunakan data yang tanpa pilih-pilih
- Langkah-langkah:
a. Mendefinisikan masalah
b. Melakukan telaah pustaka.
c. Merancang cara pendekatannya.
d. Mengumpulkan data
e. Menganalisis data dan menginterpretasikannya.
f. Menuliskan laporan