Jumat, 21 Februari 2014

Tugas Soft Skill



INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT
1.      Manusia sebagai Makhluk Individu

Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum, artinya yang tak terbagi. Dalam bahasa inggris individu berasal dari kata in dan divided. Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadiin divide artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan.

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsure jasmani dan rohani, unsure fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan manusia individu mana kala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsure tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Dalam diri individu ada unsure jasmani dan rohaninya, atau ada unsure fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.

Bila seseorang hanya tinggal raga, fisik, atau jasmaninya saja, maka dia tidak dikatakan sebagai individu. Jadi pengertian manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individyu tidak tebagi, merupakan salah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi sebutan individu hanya tepat bagi manusia yang memiliki kebutuhan jasmani dan rohaninya, kebutuhan fisik dan psikisnya, kebutuhan raga dan jiwanya.

Individu adalah manusia yang memiliki kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia “perseorangan” atau “orang seorang” yang memiliki keunikan.

2.      Manusia sebagai Makhluk Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. Ketika anda pergi kekampus atau tempat lain, tidak bias dengan seenaknya berpakaian menurut kehendak anda sendiri. Anda harus tunduk pada aturan atau kebiasaan yang wajar di masyarakat. Ketika anda memakai baju, anda berusaha tampil yang menurut anda akan dinilai pantas, baik, modis, atau necis oleh orang lain.

Selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat, di rumah, di sekolah, dan di linghkungan yang lebih besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai makhluk social, yaitu makhluk yang di dalam hidupnya tidak bias lepas diri dari pengaruh manusia.



Dalam konteks social yang disebut masyarakat, setiap orang akan mengenal orang lain oleh karena itu perilaku manusia selalu terkait dengan orang lain, ia melalukan sesuatu dipengaruhi factor dari luar dirinya, seperti tunduk pada aturan, tunduk pada norma masyarakat, dan keinginan mendapat respons positif dari orang lain (pujian).

3.      Manusia sebagai Makhluk yang Berhubungan dengan Lingkungan Hidup

Berkenaan hubungan antara manusia dengan alam, paling tidak ada tiga paham, yaitu paham deter minisme, pahamposibilisme, dan paham optimisme teknologi.

   Orang-orang yang dapat dipandang sebagai tokoh paham determinisme itu antara lain Charles Darwin, Friederich Ratzel, dan Elsworth Huntington. Determinisme alam menempatkan manusia sebagai makhluk yang tunduk pada alam, alam sebagai factor menentukan.Menurut Charle Darwin (1809-1882), dalam teori evolusinya, bahwa makhluk hidup (tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia), secara bekesinambungan dari waktu kewaktu mengalami perkembangan tersebut, terjadi perjuangan hidup(strugglefor life, struggle for existence),seleksi alam(natural selection), yang kuat akan bertahan hidup(survival of the fittest). Dalam proses perkembangan kehidupan tadi, factor alam sangat menentukan. Pada teori dan pemahamannya itu, kelihatan jelas paham serta pandangan dterminisme alam.

REFERENSI
Boediono, dkk., 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Balitbang Depdiknas, Jakarta.
Hadiwardoyo, Purwa, 1990. Moral dan Masalahnya, Kanisius, Yogyakarta.
Kaelan, 2003. Pendidikan Pancasila, (edisi ketujuh), Paradigma, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar